"Diskusinya menarik, mengingat bahwa di Sidrap begitu banyak makanan-makanan khas tradisional yang kaya akan rasa belum terekspos ke wisatawan lokal msupun luar," jelas Zulkarnain.
Dalam diskusi mengemuka ide-ide unik dan kreatif dalam mengolah kuliner tersebut. Tujuannya agar memiliki nilai tambah dan keuntungan.
"Pengusaha yang bergerak dalam sektor kuliner dituntut bukan hanya memiliki ide bisnis kuliner, namun juga memiliki ide usaha kuliner kreatif," urainya.
Kegiatan rutin yang dikemas dalam bentuk "Ngobrol Kreatif" dengan tema Kuliner itu turut dihadiri dalam kegiatan ini para pemuda dan masyarakat yang sebagian besar berdomisili di Padangloang Alau dan Tanru Tedong dengan berbagai bidang usaha home industri atau industri rumahan.
Seperti, ada yang bergerak di fashion, Musik & Radio, kuliner, kriya, dll. Dialog interaktif inipula mengupas Kuliner yang menjadi fokus obrolan.
Sangat menarik, mengingat bahwa di Sidrap begitu banyak makanan-makanan khas yang kaya akan rasa sehingga sangat diperlukan suatu inovasi yang unik dan kreatif dalam mengolah kuliner agar dapat memiliki nilai tambah sehingga bisa mendatangkan keuntungan dengan tetap mementingkan rasa dalam kuliner dimaksud.
Untuk itu, masyarakat yang bergerak dalam sektor kuliner dituntut bukan hanya memiliki ide bisnis kuliner, namun juga memiliki ide usaha kuliner kreatif.
Dalam ngobrol kreatif kali ini, banyak ide-ide kreatif yang muncul dan mereka ditantang untuk menuangkan ide kreatif tersebut.
Sumber : H. Ady Sanjaya, SH
Editor : Andi Aswin Maramat


Posted by 



Emoticon